“From now on, the memory of this unintentional marriage proposal will stay in my head. Unconsciously or consciously.” – Leandra Anggraini. *** “Cieee dapet bunga,” goda Leoni pada anaknya yang sedang menyetir. Peristiwa Andrew menangkap bunga dan mencoba memberikannya pada Lea terlihat jelas di mata Leoni tadi. “Biasa aja, Ma.” Sekilas Lea menoleh pada mamanya. Matanya mendarat pada p******a indah milik mamanya itu. Gundukan empuk itu terlihat pas dan padat. Lea jadi teringat perkataan Andrew. Kalau aku menikah denganmu nanti. Anakku mau dapat ASI dari mana?! Lea spontan menilik dadanya yang sedikit datar itu lalu fokus menyetir lagi saat lampu hijau di perhentian ini menyala. “Punya Mama masih terlihat padat dan anggun,” batin Lea. “Kok punyaku segini-gini aja.” “Lea liatin apa tadi

