“Maaf, Pak, Bu...mohon maaf sekali. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk mencari orang. Tapi, sebelum itu saya ingin bertanya terlebih dahulu. Tadi, Mbak Santi sudah menjelaskan jumlah saudara atau jumlah anak Bapak dan Ibu. Apakah, jumlah anak Bapak dan Ibu memang delapan?” Rojali dan Rokayah bertukar pandang. Mereka mengangguk.”Iya, Pak. Delapan.” “Apa tidak ada anak yang usianya sekitar delapan belas tahun?” Rokayah menelan air ludahnya. Ia mengangguk pelan.”Sebenarnya ada, Pak. Tapi, kami...” Air matanya menetes.”Kami sudah melakukan kesalahan. Kami membuangnya, Pak karena tak kunjung dapat anak laki-laki.” “Tapi, kami nenyesal, Pak. Selang beberapa hari kami membuangnya...kami cari ke tempat itu lagi. Bahkan kami juga cari ke panti asuhan dekat sana. Katanya anak itu sudah diad

