Bab 26

1191 Kata

“Punya suami kamu,ya, punya kamu juga.” Wanita paruh baya itu terkekeh. “Dan punya kita,”bisik Rojali yang disambut anggukan oleh Rokayah. Nara menatap keduanya dengan perasaan tidak enak, entah kenapa ia tidak nyaman berada di posisi ini. Bukankah ini yang ia tunggu, berada di keluarga kandungnya. “Nara, bolehlah nanti minta belikan rumah baru sama suamimu ,untuk tempat tinggal kita. Kamu lihat kan kondisi rumah kita yang jelek,”kata Rojali. “Iya, kalau bisa yang besar...ada kolam renangnya juga,”sambung Rokayah. Meskipun sangat kaget, Nara berusaha tetap tersenyum.”Baik, Pak, Bu...nanti Nara usahakan bicara sama Mas Saka. Tapi, Nara nggak janji,ya.” “Harus dong, kita ini kan orangtua kamu!”kata Rokayah dengan semangat. Nara tersenyum saja, entah kenapa ini seperti jadi suatu pemak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN