Saka pulang di jam istirahat. Tadi ia ingat kalau bahan makanan sudab habis, mungkin saja Nara belum berbelanja, jadi, ia membawakan makan siang untuk gadisnya itu. “Nara...” Pintu kamar Nara terbuka, Saka meletakkan makanan ke meja dan masuk ke kamar gadis itu.”Nara...” Keningnya berkerut melihat Nara tertidur. “Nara?” Nara membuka matanya, kaget melihat Saka ada di sini, tapi, kemudian ia memeluk Saka dengan erat.”Daddy...” “Nara, ada apa?” Saka heran, tubuh Nara sedikit gemetaran.”Kamu jadi belanja?” “Iya, jadi...” “Kamu nggak kenapa-kenapa, kan? Apa ada masalah pas belanja tadi?” Nara melepaskan pelukannya.”Iya, Dad...aku ketemu Nada.” “Siapa Nada?” “Teman kuliah aku, Dad, sepupunya Bian...” Saka menangkup wajah Nara.”Kamu diapain sama dia?” Nara menggeleng.”Aku baik-baik a

