Saka selesai memanaskan makanan dan membuat minuman pesanan Nara. Ia menyusunnya di atas nampan dan membawanya ke kamar. “Nah, makanan sudah datang!” Saka sempat menghentikan langkahnya karena terkejut, Nara tidur tanpa memakai baju, bukankah tadi ia sudah memakaikan baju ke Nara. Saka meletakkan nampan ke atas meja yang sedikit jauh dari tempat tidur. Ia menghampiri Nara.”Kenapa bajunya dibuka, Nara?” “Panas banget, Dad...” Nara merasakan tubuhnya begitu gatal, lalu ia membuka semua pakaiannya. Mungkin Saka salah mengambil pakaian hingga menimbulkan gatal-gatal. Lalu ia merasakan tubuhnya terasa oanas bercampur gatal, sampai ke alat kelamin. “Mungkin AC-nya kurang dingin ya.” Saka mengambil remote Ac dan menambah suhunya.”Oke sudah ...kamu pakai bajunya ya?” Nara menggeleng, sekuju

