Penjelasan Rina membuat Saka syok, mengusap wajahnya dengan kasar.”Astaga...sebagai wanita yang normal, Nara pasti syok sekali.” “Iya, Ka...tapi, di depanmu kayaknya dia berusaha kuat. Padahal di depanku, dia bener-bener rapuh,”sambung Rina. Saka mengepalkan tangannya, siap-siap saja orang itu menerima balasannya.”Sialan orang itu, mau cari mati ya. Dia sengaja kasih obat perangsang ke Nara, terus obatnya baru bereaksi setelah sampai di sini. Jadilah kita bercinta...” Rina tertawa terbahak-bahak.”Kau betulan bercinta, Saka? Kau udah normal pake banget kah?” “Nggak tahu...khilaf mungkin. Bertahun-tahun aku mencoba kan tetap gagal,”kata Saka. Rina menatap Saka dengan serius.”Kayaknya...kau bisa sembuh kalau sama Nara terus deh, Ka.” “Itu nggak boleh terjadi, Rin, dia itu anakku!” Saka

