Perginya para penjaga membuat Vizena heran, kini ia sendirian di dalam penjara khusus ini. Keributan samar-samar terdengar dari luar penjara. Sesaat kemudian asap mengepul memasuki penjara, membuat keadaan di penjara penuh asap tebal hingga sulit untuk melihat ke sekitar. Kegelisahan mulai merambati tubuh Vizena, traumanya tentang api membuatnya bangkit dari tempatnya duduk kemudian berjalan ke arah pintu jeruji besinya. Nafasnya mulai sesak karena asap-asap itu menyumpal indera penciumannya. "Hey! Tolong!" Tubuh Vizena gemetar, dia merasa api akan membakar seluruh tubuhnya. Jemarinya yang kotor menggenggam erat besi-besi penjara, berusaha membukanya tapi kekuatannya tak sebanding dengan kuatnya tiang besi itu. Terdengar langkah kaki berderap mendekat, sosok pria bertudung dan menggu

