Ruangan VIP tempat Yuri dirawat inap dipenuhi semua Kivlan. Eva sedari tadi tak mau jauh-jauh dari cucunya yang sakit, ada saja yang ditawarkannya kepada si bocah. "Yuri, mau nenek kupasin jeruk?" "Tadi om Edgar bawain roti unyil, mau rasa apa?" "Banyak-banyak makan, biar sehat." Irene mencibir Eva dari seberang, ia menganggap menantunya itu kelewat berlebihan. "Bagaimana rasanya Eev, akhirnya apa yang dulu terjadi padaku, sekarang bisa kau rasakan?" Sky hampir membalas perkataan eyangnya jika tak keburu di hentikan Adam. "Ya, aku akhirnya juga mengalami apa yang ibu rasakan dulu, tapi bedanya, aku tak meminta Gaya untuk menjauhkan anak-anaknya dari putraku, justru aku ingin mereka bersatu layaknya ayah dan anak, aku lebih bisa menerimanya daripada ibu." Helena terbatuk-batuk di ke

