Hari ini adalah hari kedua setelah kelas tiga kembali masuk ke sekolah. Sebelum mengawali belajar, setiap siswa pergi menuju halaman sekolah terlebih dahulu untuk meletakkan setangkai bunga dan berdoa. Setidaknya, ini adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh para siswa yang selamat dalam insiden kecelakaan hari itu. Mereka hanya mampu mendoakan yang terbaik bagi rekan mereka yang telah tiada. Hal ini juga dilakukan oleh Mika. Dia meminta maaf pada setiap teman seangkatannya yang harus tewas hari itu. Andai saja dia lebih kuat, insiden ini pasti tak akan pernah terjadi. Pemuda yang memejamkan mata seraya mengatupkan tangan itu segera menghela nafas panjang. Ia menengadahkan kepala guna menatap langit. “Waktunya menjalani rutinitas sekolah memuakkan ini lagi.” Ditemani oleh sua

