Sekolah ini dirundung duka. Mika tahu betul akan hal itu. Ia hanya menatap datar ke halaman sekolah yang kini dihiasi oleh karangan bunga duka. Dua minggu sudah berlalu sejak insiden itu, namun suasana sendu masih mengelilingi gedung sekolah ini. Meskipun kegiatan belajar mulai dilakukan normal, namun wajah-wajah penuh teror masih tercetak jelas di setiap guru dan murid kelas 3 yang kini memasuki area sekolah. Hari ini adalah hari pertama bagi mereka untuk memulai kegiatan belajarnya lagi. Selama dua minggu terakhir, anak-anak kelas 3 dipulangkan dan asrama mereka ditutup sementara waktu. Semua ini dilakukan agar siswa-siswa tahun terakhir itu tak mengalami trauma. “Kenapa kau diam di tempat ini? Sebentar lagi bel masuk berbunyi dan hujan akan turun.” Budi tiba-tiba datang dari arah be

