Chapter 85 - Pengakuan

1598 Kata

“Kau mencariku?” Saat itu, Mika yang tengah terbaring dalam posisi setengah duduk langsung mengalihkan fokus ke arah gadis bersurai panjang yang diikat dua di sampingnya. Untuk sesaat, pemuda ini tersenyum dengan maksud tertentu. “Kupikir Pak Suryo tadi tidak mau menuruti keinginanku.” Pemuda bersurai hitam itu mendengus. Kemeja merah yang dikenakan Asa saat ini juga dipenuhi dengan noda darah dan lumpur. Karena gerimis sejak tadi, Mika bisa melihat beberapa bagian kemeja yang basah. Gadis itu tampak berantakan, dengan beberapa helai rambut yang mencuat ke sana ke sini. Ia pasti bekerja keras menolong banyak orang sejak tadi. Mata Mika tampak sayu. Sebagian wajahnya yang tertutup katup oksigen membuat ekspresi pemuda itu menjadi tak jelas dibaca. Ia melirik ke arah Asa. “Apa aku merep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN