Mata anak kecil itu menatap layar televisi dengan hampa. Mulutnya sedikit terbuka, memperlihatkan raut keterkejutan nyata di wajahnya. Dia tak bisa berkata-kata lagi. Anak kecil itu berteriak sekeras-kerasnya sembari menjatuhkan gelas yang dipegangnya sejak tadi. Derap kaki yang begitu cepat langsung terdengar di rumah bercat putih itu. Dari balik ruangan, seorang wanita dewasa tampak terkejut bukan main. Nafasnya naik turun, menunjukkan ia berlari secepat mungkin ke sini. “Riko, apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak sejak tadi?” Wanita itu segera mendekati anaknya dan berjongkok. Akan tetapi, anak kecil itu menunjukkan raut ketakutan yang begitu nyata. Dia langsung memilik sang ibu dan menangis keras di dalam pelukannya. “I-ibu! Hal yang kutakutkan terjadi! Bagaimana ini, Ibu? Bagaim

