“Jawab kami, Bu Kepala Sekolah! Dimana Mika Jonathan sekarang?!” “Anak itu telah bersembunyi dalam waktu yang cukup lama dan tidak menjelaskan apa pun!” “Dia harus diseret ke sini agar tahu tindakan yang diakukannya itu salah!” “Ya, bawa Mika Jonathan ke sini!” “Undang dia! Biarkan anak nakal itu menerima pelajaran!” Mulut Mika terkatup. Tatapan matanya terlihat gelap ketika poni rambutnya jatuh menutupi indra penglihatan tersebut. Hatinya terasa panas saat mendengar suara-suara itu. Di bawah pohon rindang ini, Mika berdiri mematung dan tak bereaksi apa pun. Otaknya terus berputar. Pemuda ini dibuat bertanya-tanya. Kenapa seluruh orang jadi bersikap seperti ini padahal insiden itu sudah berlalu lama? Rasanya aneh ketika seluruh perhatian tertuju padanya, ketika namanya terus disebut.

