Chapter 73 - Pertanyaan

1996 Kata

Udin menilai apa yang terjadi sekarang tidak sesuai dengan bayangannya. Wartawan-wartawan yang datang ke acara konferensi pers ini terkesan begitu liar. Mereka tak segan mengatakan berbagai pertanyaan dengan maksud merendahkan sekolah ini. Pria bermata sipit ini mengakui bahwa semuanya terjadi karena ulah Badan Intelijen, tapi dirinya sama sekali tak mengira jika reaksi media akan separah ini. Di lain sisi, Udin cukup terpukau dengan kemampuan bicara milik Bu Siti. Wanita lanjut usia itu bisa menangani berbagai pertanyaan menohok dari para wartawan tadi. Dia dan Ahmad yang memperhatikan semuanya dari kejauhan hanya bisa diam mendengarkan. “SMA Unggulan Esa selama ini tercatat sebagai sekolah yang telah banyak meluluskan bibit unggul. Akan tetapi, kenapa bisa kesalahan sebesar ini terjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN