Chapter 72 - Ketahuan

1821 Kata

Satu per satu dari puluhan orang mulai berjalan keluar dari ruang aula. Di antara banyaknya orang yang berjalan itu, ada Ahmad yang tampak kebingungan. Suami dari Putri ini terlihat celingak-celinguk. Dia menghentikan langkah kakinya. Di bawah pohon yang rindang, pria itu meneduh. Matanya melirik ke arah jam tangan yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Ini aneh. Seingatnya, dia sudah memperingati Mika untuk menunggu di dekat tempat parkir. Akan tetapi, di mana anak itu sekarang? “Masa iya sih sejak tadi belum kembali?” Ahmad geleng-geleng kepala. Dia menghela nafas panjang. Beberapa wali murid sudah memasuki kendaraan mereka dan keluar dari sekolah. Kalau terus begini, apa boleh buat? Ia akan tetap menunggu anak itu untuk sementara waktu. Rapat wali murid tadi tak terasa begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN