Chapter 82 - Fatal

1545 Kata

Berat, sesak, dan gelap. Perpaduan suasana yang tak asing ini membuat pemuda itu berusaha sebisa mungkin untuk membuka kelopak matanya. Bulu mata lentiknya terangkat, menunjukkan manik hitam gelap yang terlihat sayu. Bau anyir tercium menyengat di sini. Untuk sesaat ia merenung, bertanya pada dirinya sendiri. Sejak kapan ia tak sadarkan diri? Apa yang sebenarnya terjadi? Mata hitam itu kosong. Ia terus mencoba untuk memikirkan semua ini. Darah yang menetes dari dahinya telah mengering. Meskipun begitu, noda merah yang tercetak jelas di wajahnya membuktikan luka hebat yang dialami pemuda tersebut. Di sinilah Mika Jonathan berada. Terjepit di antara kursi bus dengan pendarahan di kepalanya. Ia tak tahu sudah berapa lama di tempat ini. Suasananya gelap dan sesak. Dengan ringkih, Mika berus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN