Indonesia, saat ini. “Kau bilang ... ayahku adalah dalang dari semua ini?” Wajah itu adalah wajah kehancuran. Mika menatap Remon dengan sorot mata kosong. Dia tak bisa berkedip, bahkan pemuda ini seakan lupa cara bernafas. Bahunya merosot jatuh, menggambarkan betapa kacaunya dia saat ini. Seketika, kabut hitam yang menguar di ruang UKS ini sirna. Mika jatuh berlutut di hadapan Remon dengan tatapan tak percaya. Matanya melotot penuh seakan ia tak bisa menerima kenyataan. “Apa-apaan ini? Sungguh ... lelucon paling konyol yang pernah kudengar,” gumamnya pelan. Remon yang masih duduk di kursi UKS itu mencoba untuk mengatur nafasnya. Dia tersengal-sengal karena tersiksa oleh atmosfer berat yang dibuat oleh Mika beberapa saat lalu. Untung saja, dirinya bisa bernafas lega sekarang. Pemuda

