Mika dalang perusuh kericuhan. Mika si biang kerok. Mika si cucu kepala sekolah yang berandalan. Mulut pemuda ini langsung ternganga. Matanya yang membulat tampak berkedut menahan emosi. Tangan Mika yang sedari tadi memegang koran pun tanpa sadar meremas kertas itu. Dia syok. “Apa-apaan berita gila ini?” “Aku malah heran kalau dirimu baru tahu. Kupikir kau sudah tahu masalah ini. Biasanya kan anak muda itu up to date.” Dengan kesal, pemuda itu melirik tajam ke arah dokter yang duduk di hadapannya. Ia tidak tahu pasti, tapi Mika merasa orang ini baru saja menghinanya secara tak langsung. Kalau dia bukan dokter yang merawatnya selama ini, Mika pasti sudah tak terima. “Kalau tidak membaca koran ini, aku sama sekali tak tahu. Lagian aku ada masalah sejak pulang dari rumah sakit kemarin,

