episode 3

713 Kata
"Kak......" "Iya......!" "Asyik kayak nya jadi pengantin seperti anak nya wak Hasan." "Ehh.... masih kecil aja kok mikirin jadi pengantin segala sih dek?? kakak aja belom ada kepikiran!" Olive membantu mengikat rambut adik nya yang masih berumur 16tahun. Lidia, sambil mengingat kembali memory dalam kepalanya saat acara yang dihadiri oleh keluarga olive kemarin. Lidia mengingat - ingat akan sosok pria asing yang selalu berada dekat kakak nya. Menurut informasi yang lidia dapat kan sosok pria asing itu mungkin salah satu wisatawan yang baru datang dari prancis. Cukup mengherankan sebenarnya dikarenakan mayoritas penyelam yang datang ke pantai sawarna berasal dari singapore. Mereka menginap di salah satu penginapan terbaik di sawarna. Pikiran olive langsung tertuju pada pelajaran bahasa prancis yang menjadi pemicu semangat belajar nya disekolah. Dengan semangat belajar bahasa prancis dan karena sangat penasaran dengan si bule yang selalu mendekatinya saat acara kemarin . Ia memerhatikan beberapa bule yang sedang asik mempersiapkan peralatan nya, mereka juga susah sekalu dibedakan karena menurut nya mereka sangat mirip antara satu sama lain nya. Sama-sama berkulit putih terbakar dan menggunakan baju untuk menyelam hitam ketat. Olive menghela napas sambil meletakkan novel disamping nya, ia kemudian menyangga tubuhnya dengan kedua tangan nya sambil bersandar kebelakang. Tubuhnya tenggelam sekitar satu centi ke dalam pasir. Meskipun tinggal didekat pantai tetapi olive tidak bisa berenang. Tenggelam...... Takut tenggelam..... Olive menutup matanya dan menggelengkan kepalanya berulang kali. Ia tidak ingin mengingat peristiwa dimasa kecil nya. Pada saat itu olive kecil tengah asyik mengumpulkan bintang laut ia tidak sadar kalau berjalan terlalu ketengah. Tiba-tiba datang ombak besar dan menggulung tubuhnya. Beruntung ada seseorang yang menyelamatkan nya. Orang itu adalah samuel. Olive sangat berhutang nyawa pada sam hingga saat ini. "Hai.... apa kabar?" Dengan suara dalam bahasa inggris berlogat prancis terdengar ditelinga olive. Olive membuka matanya perlahan. Ia mulai menelisik sosok pria asing dihadapan nya. Dengan kaki yang kotor dipenuhi pasir, dan baju ketat khas penyelam, dengan wajah yang tak terlihat. Pria asing itu berdiri membelakangi matahari. Tiba-tiba saja ia berjongkok dihadapan olive dan hanya beberapa inchi saja dari wajah olive. "Ahhh.......!" pekik olive. Bule yang kemarin! Pria asing itu sama kaget nya dengan olive sehingga mereka jatuh terjerembap menindih tubuh olive. "Ma.... maaf!" "Ca va .....," jawab olive dalam bahasa prancis. Karena malu olive pun menggeser sedikit tubuh nya menjauhi pria asing itu. "Parlez-vous francais? Bisa ngomong prancis?" "Ya... sedikit.....!" "Bon! vous vous appelez comment?" Suara pria itu terdengar jernih. Sinar mata hazelnya pelan-pelan merayapi udara berusaha mencari jalan untuk merasuki jiwa olive. "Je m'appelle Olive.....," "Dan kamu?" "Je m'appelle Alexander, Alexander Beaufort." Jawab pria itu sambil tersenyum simpul. " Senang sekali akhirnya bisa berbincang dengan kamu... Olive." " Ternyata kamu pintar menggambar ya, liv?" Alex berkata sambil memperhatikan buku gambar di tangan olive. Dibolak-balik kan nya buku gambar berukuran A3. Isinya beberapa gambar rancangan baju yang dibuat olive sejak lama. Warna nya juga hanya menggunakan pensil warna seadanya. Teknik menggambarnya juga sederhana, mirip dengan teknik menggambar manga atau komik jepang, namun ide kreatif dari olive sangat dipuji oleh orang-orang disekitar nya. Olive juga pernah membuat baju dengan bantuan sang mama untuk acara Fashion show sederhana yang menuai kesuksesan hingga membuat mamanya menerima banyak pesanan menjahit baju. "Nggak juga ..... hanya gambar model baju aja kok." Olive memerhatikan alex yang sedang menekuri sebuah gambar design baju. "Ini beneran bagus loh!" Alex menunjuk gambar gaun wanita dan jas pria. "Menurutku sih agak aneh!" "Justru yang aneh-aneh itu di paris sangat laku!" Alex tersenyum sambil mengembalikan buku milik olive. "Paris ....! Entah kapan aku bisa kesana??" "Kesana kan tidak susah olive! Kapanpun kamu mau pasti kamu bisa pergi ke sana!" "Tentu saja alex asalkan ada uang kan? nah itu dia yang aku tidak punya!" "Bermodalkan semangat, percaya diri, dan juga berdoa pada tuhan, semua pasti akan terwujud." Olive memandang alex yang tengah serius, semakin mempertegas garis ketampanan nya. Olive tidak dapat percaya bahwa dia akan seberuntung saat ini, bisa dekat sekaligus berteman dengan pria asing atau bule yang tampan luar biasa dan juga sangat baik hati. "Alex .... kamu terlalu serius jadi terlihat agak aneh...." Olive mencoba bercanda. "Eh... kamu dibilangin baik-baik malah jawab nya kayak gitu!" Alex memasang wajah cemberut. "Hehehehee ......" " Olive kalau kamu serius mau, kamu bisa ikut aku ke paris saat aku pulang nanti!" "Hehee ...." "Olive? serius nih!" "He..." Bersambung.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN