Chapter 21 BUBUR

1218 Kata

Ryan POV Asyiknya saat mood sedang baik adalah tugas serasa sangat ringan dijalankan. Jam 8 pagi pekerjaanku sudah selesai. Beberapa pegawai mulai datang. Mereka memuji bersih dan wanginya kantor. Kuanggukkan kepala sebagai tanda terima kasih. “Ryan, bisa minta tolong belikan bubur ayam di kios depan Happyland?” “Bisa, Mbak Ana. Satu saja?” “Kamu mau? Tambah saja. Ayo nanti sarapan bersama saya.” “Saya sudah sarapan di mes, Mbak. Sudah tidak ada tempat,” jawabku. Si Mbak tersenyum genit. Konon, Mbak Ana menjanda di usia yang sangat muda karena ketidakcocokan dengan suaminya. Ceritanya mereka menikah sebagai efek pergaulan bebas. Anak hasil pernikahan itu dalam asuhan si Suami. Sepuluh tahun menjanda, ia tidak pernah kulihat dekat serius dengan laki-laki. Kalau flirting seperti yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN