Chapter 18 ONGKOS DENGAR

1037 Kata

“Ryan, tolong buatkan minuman 5, lalu antarkan bersama ini ke ruang Pak Tri,” ucap Ana, anak buah Doni sambil menyerahkan kantong plastik berisi kue-kue kecil. Ryan mengangguk sambil menerima kantong plastik. Ia sudah terbiasa dengan tugas tambahan seperti ini. Biasanya juga mendadak. Diletakkannya sapu, lalu mengamankannya bersama alat kebersihan lainnya agar tidak mengganggu perjalanan para pekerja di lorong itu. Ana menatap langkah gontai Ryan. Matanya nanar, terpesona pada OB yang satu ini. Harus Ana akui, di usia yang menjelang akhir kepala tiga, ia ingin hidup aman bersama seorang pria, kalau bisa yang enak dilihat dan gagah seperti Ryan. Namun apa daya. Sekian waktu ia berusaha mendekati pemuda yang satu ini, Ryan selalu jaga jarak. Jangankan mengarah pada kedekatan, disentuh sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN