Amy mencium tangan kanan nenek, lalu terkejut karena wanita itu menariknya ke pelukan. “Ryan, pintar sekali cari calon istri, hmm? Kapan kita ngunduh mantu?” tanya nenek. “Insya Allah bulan depan, Nek. Jadi Nenek harus rajin makan agar tetap sehat dan bisa melihat Ryan halal.” Nenek terkekeh seraya melepas pelukannya. “Maaf ya, Nak. Nenek sudah tidak bisa duduk. Tulang punggung nenek patah beberapa tahun yang lalu. Syukurlah anak dan cucuku tetap menyayangi dan merawatku.” Amy tersenyum seraya mengikuti teladan Ryan mencium pipi kiri dan kanan nenek. Ryan dan sang pengasuh tersenyum. “Ryan, ajak berkeliling. Nenek lanjutkan makan dulu.” Ryan mengangguk. Ia mengajak Amy berkeliling rumah, menunjukkan ruang demi ruang bergaya klasik. Amy terpana melihat tangga ke lantai dua. Sepenu

