Andri memberikan Amy ijin dua hari sesuai permintaan. Tetapi hingga hari Kamis di minggu berikutnya Amy belum kembali. “Amylovea Denandra, kamu masih punya tanggung jawab di sana. Kembalilah. Galau boleh ditinggal di sini. Teman-temanmu membutuhkan kamu. Kantormu butuh kamu. Bangkit dan bersinarlah,” ucap Bu Ana. Amy masih berdiam di dapur belakang. “Amy tidak akan kembali, Bu. Amy akan mencari pekerjaan lain. Amy tidak ingin jauh dari Ibu dan adik-adik.” “Itu pekerjaan impianmu, Amy. Kamu sendiri yang memilih bidang ini. Jangan sia-siakan karir yang sudah mulai berkembang. Bersinarlah, Nak. Kamu boleh pulang sesekali kalau kamu rindu. Tetapi saat ini, sudah saatnya kamu kembali. Ingat tanggung jawab yang sudah kamu sanggupi, Amy.” Amy menghela nafas. Pikirannya bergeser ke gambar

