Swiss? Amy tersenyum. Tangannya bergerak meraih gelas dan piring. Ia juga mengambilkan air minum. “Am, rekaman ini kuteruskan ke aku dan Riki, ya.” Amy mengangguk. “Setya ini siapa?” tanya Adam sambil menunggu proses kirim. “Teman sekamar Mas Ryan,” jawab Amy. Adam manggut-manggut. Ia teruskan rekaman kepada Riki. Tidak lama kemudian Riki menjawab: “Di mana tempat langganan itu?” Adam menatap Ryan yang tengah serius membaca. Matanya melirik Amy yang melangkah masuk kamar mandi. “Ryan, dengarkan ini.” Ryan menerima HP dari Adam, didekatkan ke telinga. Wajahnya serius. Adam tersenyum melihat ekspresi sahabat lamanya itu. Dulu, ekspresi ini sering muncul saat mereka mendapat ancaman dari musuh. Ryan meletakkan HP. “Itu suara salah satu Bos-ku. Darimana kamu dapat?” “Setya.

