Amy POV Bagaimana rasanya dibangunkan dengan pelukan dan ciuman? Susah dikatakan sebagai romantis, karena belum 24 jam aku halal dengan Ryan. Yang ada, aku hampir menjerit ketakutan. Ryan sigap membungkamku dengan ciumannya. Hari itu, kami matikan HP, karena sengaja ingin menikmati waktu berdua saja. Artinya, sederet film terbaru yang dalam kondisi normal tidak akan sempat kami tonton. Apalagi nonton berdua begitu, mana bisa? Sore, setelah salat Ashar dan menghabiskan lima film, satu botol besar minuman bersoda, dan beberapa kemasan pop corn, kami berangkat ke rumah Ayah. Nenek sudah menanti kepulangan kami. Wajah keriput itu begitu cerah berhias senyum sepanjang menatapku dirias di kamar beliau. “Amy, kamu cantik sekali. Jaga Ryan baik-baik, ya. Kalau nakal, tabok saja,” kata Nen
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


