Saat gadis itu hampir ambruk dan mencium lantai, Harold dengan sigap menangkap tubuhnya. Berakhir dengan Lenora yang menangis di dalam dekapan Harold. Namun, tak hanya pelukan, Harold berusaha menenangkan Lenora dengan memberi usapan di punggung. “Kita tidak bisa menuntutnya kalau belum punya bukti.” Harold mengatakan dengan berbisik di telinga Lenora yang membuat gadis itu mendongak setelah sedikit mundur. “Selama kau menjadi istriku, aku tidak akan membiarkan pria lain menyentuhmu, Lenora. Kau tidak perlu takut.” Lenora yang tak berkedip, menatap Harold dengan perasaan kaget. “Apa kau percaya padaku kalau Tommy yang menjualku?” tanyanya memastikan. Ia masih terkejut dengan jawaban Harold yang ternyata lebih percaya dirinya, padahal sudah bisa dipastikan kalau suaminya dan Tommy sangat

