Bab 20 Dapur atau Halaman

1357 Kata

Tommy mengernyit. “Masa lalu?” Pemuda itu memegang kembali pundak Dira. “Bisa kau katakan lebih jelas?” tanyanya. “Ceritakan!” Suara berat dan keras Andrew itu mampu menusuk telinga Dira. “Apa hubunganmu dengan Harold?!” Perempuan berparas cantik dan bertubuh langsing itu tidak berani menatap Andrew. Tubuhnya bahkan sedikit bergetar. Ia menunduk sembari meremas jemarinya untuk menyalurkan segala perasaan yang campur aduk. Hingga suara berat Andrew kembali menghardik. Pria tua itu meminta Dira untuk segera bersuara, menjelaskan semuanya tentang kisahnya bersama Harold. “Jika kau tidak ingin menjelaskan, kau tahu apa akibatnya.” “Dia laki-laki pertama yang meniduriku,” kata Dira tanpa menegakkan kepala. Tidak hanya tubuh, suaranya pun bergetar. Andrew yang sedari tadi mengamati gerak-ger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN