Viona menarik sebelah sudut bibir. 'Dasar munafik! Kemarin selalu menolak waktu aku minta untuk dibuatkan jadwal ketemu Shaka. Eh, giliran diberi uang, lain cerita,' batinnya. Andai dari dulu ia lakukan hal itu, mungkin ia bisa mencegah pria itu menikah dengan istrinya sekarang dan justru ia lah yang menjadi Nyonya Shankara. Tetapi senyum di wajah wanita muda itu seketika memudar ketika Amanda kembali menyodorkan amplop itu ke hadapannya. "Kenapa? Kurang?" Amanda menggeleng. "Mbak bukan ibu saya yang biasa memberi saya uang jajan. Lagi pula, apa saya terlihat seperti seseorang yang kekurangan uang jajan?" Viona kesal. Tetapi berusaha untuk tetap tersenyum. "Semakin banyak kamu punya uang, semakin bagus 'kan? Kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan." "Tidak juga. Buktinya, Mbak

