"Hujan." Aneska menatap keluar jendela ruang tamu saat mendengar suara gemericik air yang jatuh dari atas. "Gak bisa pergi dong kalau hujan begini." Ia melonjak terkejut saat merasakan sesuatu menyentuh perutnya. "Astaghfirullah, Mas. Ngagetin aja deh. Kebiasaan!" Memukul pelan lengan yang kini melingkar di perutnya. Shaka terkekeh, meletakkan dagu dipundak sang istri. ''Kamu lagi ngapain di sini?" "Liat tuh, hujan.'' Pria itu mengernyit. "Lalu kenapa? 'Kan memang sudah musimnya.'' "Tapi kita jadi gak bisa pergi, Mas." Shaka melepas pelukan lalu memutar tubuh wanita itu agar menghadap ke arah. "Sekarang 'kan memang udah musim hujan, gimana kalau kita perginya pagi aja?" "Kok pagi sih? 'Kan masih tutup." "Hari Minggu aja. Katanya kalau hari Minggu, bukanya sejak pagi." Aneska berpi

