64. Pasangan Bucin

1101 Kata

Amanda menyuapkan makanan dengan kesal. Tatapan lurus ke depan. Tertuju pada kedua kakaknya. "Kalian bisa gak sih makan dengan normal?" ketusnya. Sesaat Shaka dan Aneska saling bertukar pandang dengan kening berkerut. "Makan normal gimana? Ini juga normal. Makan lewat mulut. Kalau kami makan lewat hidung, baru itu gak normal," sahut Aneksa. "Emang harus banget, ya, sepiring berdua? Pakai acara disuapi segala. Emang Mbak gak punya tangan apa?!'' sebal Amanda. "Tangan punya, empat malah. Nih dua lagi," jawab Aneska sambil menunjuk kedua tangan suami. Shaka hanya BB terkekeh sambil mengusap kepala sang istri. Amanda memutar bola mata malas. Lagi-lagi menatap keki sambil memasukkan makanan ke dalam mulut. Merasa menjadi nyamuk terabai yang bahkan meski terus mendengung, tetap diabaikan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN