-Rayi- Mereka sudah dalam mobil sekarang, dengan Rayi bersiap menyalakan mobil. "Teman kamu nggak mau ikut bareng?" Rayi bertanya sembari menyalakan AC mobil. "Nggak Pak, dia bawa mobil sendiri. Rumahnya di Sekupang." "Ooh." Mobil berjalan keluar parkiran sekarang, dan ternyata mendung itu tidak ada. Cuaca panas terik, khas Batam sekali yang mudah berubah cuacanya hanya dalam hitungan jam, bahkan menit. "Segini AC-nya pas nggak?" Ia menoleh pada Kaira yang mengangguk. "Pas, Pak." "Oke." Tatapan mereka bertemu sejenak sebelum kembali fokus ke jalanan Baloi di depan mata. Mobil terasa seperti ruang yang penuh dengan ketidaknyamanan. Hanya ada suara radio Singapura yang memutar musik Barat menemani mereka. Sesekali Rayi bersenandung tanpa sengaja mengikuti lirik lagu yang diputar

