Prolog
" Maaf kan Aku Kaak....hikz...." Sang gadis menangis terisak menatap sedih pria dihadapannya yang kini sedang mengeraskan rahangnya dan juga mengepalkan tangannya untuk meredam segala emosi di dirinya.
"Aku pergi...." Gumam pemuda itu meninggalkan sang kekasih atau tepatnya mantan kekasih yang kini langsung terduduk lemas juga airmata yang semakin deras.
"Hikz....Ku mohon....jangan membenciku Kaak....hikz...." Gumam gadis itu walau tidak yakin setelah apa yang Ia perbuat. Gadis mungil bernama Raisa itu menangis bersimpuh sembari memukul dadanya yang terasa sesak.
~o0O0o~
"Darimana saja Kamu?...." Pertanyaan keras Sang Ibu, Prastiwi, berhasil menghentikan langkah lunglai Raisa.
"Mengakhiri hubunganku dengan kekasih yang sudah 5 tahun terjalin...." Lirih Raisa masih menunduk tanpa menatap Ibunya yang selalu menentang hubungannya dengan kekasihnya dan juga yang berkeras untuk menjodohkan Raisa.
"Baguslah.....sekarang tidurlah....ini sudah malam...." Ujar Prastiwi tegas berusaha menyembunyikan rasa bersalahnya sudah memisahkan puterinya dengan sang kekasih. Raisa bersiap melangkah ketika Prastiwi kembali berujar.
"Besok malam kita akan mengundang keluarga calon suamimu.... Ibu harap matamu tidak sembab....jadi besok pagi Kamu harus perawatan ke salon...." Tegas Prastiwi.
"Iya...." Jawab Raisa lemah. Prastiwi menatap nanar punggung Puterinya.
"Maaf kan Ibu.... Ibu yakin ini yang terbaik untukmu...." Lirih Prastiwi akhirnya menitikkan airmata. Ia sadar Ia bersikap kejam karena menikahkan Raisa dengan pria yang tidak dicintainya. Sejak awal hubungan Raisa dengan kekasihnya, Prastiwi memang tidak setuju. Namun Ia diam saja karena berfikir itu hanya perasaan suka atau tertarik semata. Namun Ia tidak menyangka hubungan itu berjalan hingga 5 tahun. Tetapi selama itu juga Ia tetap tidak bisa menyukai kekasih puterinya itu.
Kekasih puterinya itu merupakan kalangan menengah ke bawah dan juga yatim piatu. Terlebih lagi gaya pemuda itu sungguh berantakan, membuat Ia tidak nyaman. Rasa ketidaksukaannya pada kekasih puterinya itu semakin besar ketika tahu sejak kelulusan satu tahun lalu, pemuda itu tidak juga mendapat pekerjaan tetap. Ia hanya bekerja sebagai penyanyi cafe, itu pun tidak rutin. Ia kira setelah menjadi sarjana Ekonomi pria itu akan bekerja kantoran dan setidaknya penampilannya lebih rapi dan penghasilannya tetap, namun ternyata tidak. Akhirnya untuk memisahkan puterinya itu dengan sang kekasih, Ia pun memutuskan untuk menjodohkan Raisa dengan putera sahabatnya. Awalnya So Eun menolak, namun Prastiwi mengancam jika Ia akan bunuh diri jika So Eun tetap menjalin hubungan dengan pria itu. Dan sebulan setelah ancaman itu akhirnya So Eun pun terpaksa memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu.
~o0O0o~
Pernikahan pun digelar dengan meriah karena keluarga sang lelaki merupakan keluarga terpandang. Kini Raisa dan sang suami sedang berdiri di pelaminan menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan. Ia dan suaminya selalu tersenyum menyambut ucapan selamat itu, walau senyum Raisa tidak setulus suaminya. So Eun mengakui bahwa suaminya itu tampan dan memiliki senyum yang manis.
Tanpa sengaja mata So Eun bertemu pandang dengan mata tajam sang kekasih yang berdiri 20 meter darinya. Namun hanya sekejap sang mantan pun berbalik meninggalkan aula pernikahan ini. Walau sekejap namun Raisa bisa menangkap adanya kesedihan di mata tajam namja itu. Ingin rasanya Ia mengejar dan memeluk pria yang masih Ia cintai itu namun Ia sadar itu akan mempermalukan keluarganya dan juga keluarga suaminya. Ini adalah keputusannya dan Ia akan mengambil segala resiko dari keputusannya itu.
"Walau Aku tidak mencintaimu atau belum mencintaimu....tapi Aku berjanji Aku akan berusaha menjadi isteri yang baik untukmu....." Batin Raisa berjanji menatap Sang suami, Yoga Chandra.
Raisa merupakan orang yang selalu berprinsip jika keputusan orang tua adalah yang terbaik karena itu Ia akan menjalaninya sepenuh hati agar orang tuanya bahagia.