Iblis Pemakan Jiwa

1104 Kata

Genta mengerjapkan mata dan semua tampak kabur. Ia tidak mampu melihat dengan jelas. Sekelilingnya tampak seperti bayangan buram. Kembali pria itu memejamkan mata untuk mengumpulkan kesadaran. ‘Apakah aku sudah mati?’ batin Genta dalam hati. Hal pertama yang ia rasakan adalah goncangan tubuhnya yang bergerak perlahan. Deru mesin halus yang berdengung di telinga, membuat Genta akhirnya memberanikan diri kembali untuk membuka mata. Kini penglihatannya mulai terbentuk sempurna. Dashboard mobil adalah bentuk yang Genta lihat pertama kali. “Syukurlah! Kupikir kau sudah mati!” seru sebuah suara yang berasal dari samping. Genta menoleh dan wajah buram yang kini kian terbentuk, membuat pria itu bernapas lega. Pedro sedang menyetir dengan wajah cemas. “Kamu nyelametin aku?” tanya Genta li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN