Pagi menjelang begitu cepat. Semua dengan teratur berbaris di lorong untuk melakukan jadwal pagi hari. demikianlah semua aktivitas yang dilakukan oleh tiap penghuni asylum. Genta berjalan gontai ketika seorang perawat pria menjemputnya di kamar untuk cek rutin. Keduanya menuju ke lantai bawah, basemen, kemudian memasuki ruangan yang penuh dengan peralatan medis canggih terkini. Genta berganti pakaian, baju jubah panjang dengan belakang terbuka. Semua tampak terkejut dengan bekas lebam yang ada di tubuh Genta. Dokter pengawas yang selama ini mengenal Genta dengan baik, memberikan tatapan penuh tanda tanya. “Night with Pedro (Malam itu bersama Pedro),” balas Genta dengan suara kering. “You should be more careful to choose that method, Genta. No one knows, how you will end with (Kamu haru

