Titik air hujan bercampur salju masih menempel di kaca mobil. Genta menatap ke luar jendela seiring kendaraan yang membawanya meninggalkan jalanan dingin membeku di belakang. Vancouver tinggal tiga jam untuk mereka capai. Pedro menatap ke depan dengan berbagai pikiran yang berkecamuk. “Hidupku mirip dengan lembaran hitam yang pekat. Terasing, jauh dari keluarga dan juga siapa pun yang kukenal. Berakhir menjalani dengan orang asing yang sama sekali tidak kukenal.” Pedro melirik sekilas pada Genta dan kembali memusatkan konsentrasi ke depan. Mereka mulai memasuki perkotaan yang penuh dengan hiasan dan promosi natal. Bulan Desember sudah memasuki minggu ke dua. Semua tampak sibuk menyiapkan momen istimewa untuk perayaan nanti. “Sudah hampir tujuh belas tahun aku tidak pernah merayaka

