Ruangan itu berisi enam orang dewasa dan satu remaja perempuan yang terbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki terikat. Mulutnya diikat kain, demi menghindari usaha anak perempuan itu yang sebelumnya berniat menggigit lidahnya hingga terluka. Pedro, Genta, pemilik losmen, petugas paramedis, dan satu petugas kepolisian serta ibu remaja tersebut. “Whatever happen, close your eyes. Don’t you ever try to look! (Apa pun yang terjadi, tutup mata kalian. Jangan pernah membuka mata sedikit pun!)” perintah Pedro mulai menyiapkan air suci dan alkitab untuk melakukan pengusiran setan yang bersemayam dalam tubuh gadis malang yang mengelepar, berusaha membebaskan diri. “Genta bantu aku!” pinta Pedro. Genta mendekat dan Pedro mengatakan untuk turut berdoa. Dengan gugup dan sedikit panik, Gent

