Seorang perempuan melambaikan tangan dari pintu masuk dan Anggar mendekat buru-buru. “Maaf, agak sedikit lama,” ucap perempuan oriental itu pada Anggar. “Nggak apa-apa. Aku yang merepotkan,” balas Anggar sedikit sungkan. “Kamu udah bantu aku banyak, Ang. Bantuan ini nggak ada apa-apanya.” Dengan isyarat, perempuan itu meminta Anggar mendekat ke layar komputer. “Sesuai catatan paspor, Genta meninggalkan Indonesia menuju Amerika. Tapi kemudian, dari informasi temanku, dia dilaporkan melarikan diri ke Asilum. Jadi, kalo kamu mau cari tahu, kamu bisa menghubungi pria ini.” Anggar melihat foto seorang pria yang ia kenal. Dokter Bram. “Aku tahu dia!” “Ok. Berarti kamu bisa lacak melalui dokter itu. Hanya sejauh ini aku bisa bantu.” Anggar tersenyum dan mengangguk. “Ini sudah lebih dari cu

