balas dendam

1114 Kata

Lexsa menatap Clara dengan pandangan penuh amarah dan kebencian. Tatapan matanya tajam, menusuk dalam, seakan menyimpan semua dendam yang tak terucap. Clara berdiri di depan pintu apartemen dengan wajah merah padam, suaranya melengking menusuk telinga. “Gadis gila! Kenapa buat onar di rumah orang lain!” pekik Clara, nadanya penuh caci. Namun Lexsa tidak bergeming. Ia tahu, bila ia berhenti sekarang, maka Clara akan menang. Ia menguatkan langkah, menerobos masuk ke dalam apartemen meski Clara berteriak-teriak menghalangi. “Pergi! Kau tidak punya hak berada di sini!” Clara merentangkan tangannya, mendorong tubuh Lexsa. Namun Lexsa lebih kuat, penuh tekad yang lahir dari kepeduliannya pada Davin. Dorongan, teriakan, dan keributan di depan pintu akhirnya memancing perhatian Davin yang seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN