Rencana licik nyonya Victoria

1088 Kata

Ruangan kerja Tuan Tommy yang luas dan mewah terasa begitu hening, hanya dentingan halus sendok yang beradu dengan cangkir teh mawar milik Nyonya Victoria yang terdengar. Sofa kulit hitam yang elegan itu menampung tubuhnya yang tegak, sementara mata wanita paruh baya itu menatap penuh perhitungan pada suaminya. Tuan Tommy, pria berusia hampir enam puluh tahun, baru saja melepas jas hitamnya dan menggantungnya di sandaran kursi. Dengan langkah tenang namun berwibawa, ia duduk di kursi kerjanya. Pandangannya jatuh pada istrinya, yang kini terlihat seperti seorang aktris ulung sedang memainkan perannya. “Victoria,” ucapnya pelan namun tegas, “apa sebenarnya tujuanmu datang tiba-tiba kemari? Kau bukan tipe yang suka membuang waktu hanya untuk mengeluh.” Nyonya Victoria menghela napas panjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN