Mobil hitam yang dikendarai Arga berhenti di area parkiran gedung apartemen yang sepi sore itu. Bayangan samar dari seseorang yang duduk di dalam mobil tak jauh dari sana tampak tersentak begitu pintu mobil terbuka, menampakkan Davin yang menurunkan tongkat putihnya, dibantu oleh Lexsa yang turun lebih dulu. Mata-mata itu membelalakkan mata, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Sejak kapan mereka pergi? Bagaimana bisa aku kecolongan? Pantas saja Nyonya Victoria begitu marah,” gerutunya. Tangannya dengan cekatan meraih ponsel, memotret Lexsa yang menggandeng Davin, dan Arga yang masih duduk di kursi kemudi. Beberapa detik kemudian, foto itu terkirim ke layar ponsel milik Nyonya Victoria, yang saat itu sedang bersandar anggun di sofa apartemen Davin. Notifikasi masuk membuat N

