Pintu lift terbuka dengan suara berdenting pelan, namun langkah Nyonya Victoria sama sekali tidak tenang. Ia keluar dengan wajah merah padam, matanya berkilat penuh amarah. Hak tinggi yang dipakainya mengetuk keras lantai marmer parkiran, seolah mengikuti irama amarah yang sedang membara dalam dadanya. Tanpa menoleh ke sekeliling, ia menghampiri mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari sana. Pintu mobil ditarik kasar, tubuhnya segera masuk, dan pintu ditutup dengan hentakan kuat hingga supir yang sedari tadi menunggu sontak terlonjak kaget. “Sialan!” teriak Nyonya Victoria, suaranya serak penuh frustasi. Tangannya mengepal erat di pangkuan. “Gadis itu membawa pengaruh buruk bagi Davin! Dalam sehari saja, sikap Davin langsung berubah terhadapku. Anak yang selama ini menurut, diam, tidak

