Rindu Kehangatan

1294 Kata

Anggara berdiri di dekat Nila. Dingin dan mengintimidasi. Auranya masih tetap sama, sangat menakutkan sekaligus mengesankan. Dia perpaduan sempurna sesuatu yang berbahaya tapi memikat. Dan Nila tahu jika Anggara terlalu berbahaya untuknya. Ia hatus selesai dengan pria itu. Itu cincin dia, lebih baik aku menghindar dan tidak perlu meminta cincin itu, batin Nila. Gadis itu memang begitu waspada, akan tetapi yang ia dapatkan justru sesuatu yang diluar dugaan. Anggara menarik tangannya pelan dan pergi begitu saja. Tanpa bicara atau kata - kata rayuan maupun ancaman seperti dulu. Ia benar-benar pergi seolah mereka tidak saling kenal. "Eh... tunggu." Sayangnya Anggara sudah menghilang dari lift. "Ah terlambat, " gerutu Nila. Sebenarnya ia ingin memberikan cincin itu pada Anggara meski memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN