Setelah beberapa hari, akhirnya Nila sampai di Indonesia. Rasanya ia ingin menangis karena haru. Sungguh ia tidak menyangka akan sangat merindukan Indonesia. "Nila..." panggil seseorang yang tak asing bagi Nila. Gadis itu menoleh dan mendapati Devan yang menatapnya lembut. Entah seperti apa perasaan Nila, ia tidak terlalu senang juga tidak keberatan dengan keberadaan Devan. "Bagaimana kamu tahu aku ada di sini?" tanya Nila. "Jacko memberi tahuku." "Terima kasih sudah menjemputku. Tapi lebih baik kamu pulang. Aku tidak punya rumah jadi aku akan mencari apartemen untuk tinggal sementara. " "Kalau begitu kamu tinggal di apartemenku saja," tawar Devan tanpa ragu. Nila mengernyit menatap Devan. Seingatnya, Devan memiliki tunangan. Kenapa pria ini menawarkan sesuatu padanya, itukan mem

