Kirana bersiap untuk pulang sore itu. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal di kubikelnya, dia bergegas menuju lift dan bergabung dengan rekan-rekan yang juga hendak pulang. Suasana di dalam lift ramai dengan obrolan ringan setelah seharian bekerja. "Hai, Ran, gak bareng si bos pulangnya?" tanya Puspa dengan suara ceplas-ceplos yang khas, membuat beberapa kepala menoleh ke arah mereka. Kirana sedikit meringis, berusaha menjaga ekspresi netral. "Dia lembur, Mbak. Lagian aku harus buru-buru kejar kereta nanti," jawabnya singkat, berharap percakapan tidak berlanjut. "Lho, bukannya kamu ngekos dekat sini, Ran?" Puspa tidak menyerah, matanya penuh rasa ingin tahu. "Iya, tapi aku mau pindah. Jadi sekarang pulang ke rumah orang tua," jelas Kirana sambil menekan tombol lift berulang kal

