Mobil meluncur pelan di antara kemacetan sore yang mulai reda. Jalanan malam itu ramai lancar, Kirana memandang keluar jendela, melihat lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu seperti kunang-kunang yang terbangun di senja hari. Dia menarik napas pelan, dengan sengaja menghindari topik tentang Monica atau segala kesulitan di kantor. Yang dia tahu, pria di sebelahnya sudah cukup lelah dengan segala masalahnya. "Mau makan malam di lesehan gak?" tanya Kirana tiba-tiba, memecah keheningan yang nyaman. Suaranya ringan, sengaja dibuat riang. Yudistira menoleh sebentar, matanya yang tadinya sayu kembali fokus. "Lesehan? Di mana?" tanyanya. Pikirannya langsung melayang kepada Amira. Dia masih ingat betul bagaimana wanita itu selalu mengernyitkan hidung setiap kali diajak makan di tempat les

