82. Sikap Berani

1389 Kata

Kirana melangkah keluar menemui Yudistira yang sedang berdiri di teras rumah, menikmati udara malam yang sejuk setelah hujan reda. Percakapan penting dengan orangtuanya telah usai, dan keputusan tentang akad nikah Sabtu depan telah final. Kini, tinggal menunggu waktu pelaksanaannya. "Hai," sapa Kirana lembut, membuat Yudistira berbalik dengan senyum mengembang. Selama pembicaraan tadi, Kirana sengaja berada di ruang lain namun tetap bisa menyimak setiap kata dari pembahasan penting itu. "Kamu pulang?" tanyanya sambil duduk di kursi rotan seberang Yudistira. "Iya, besok pagi harus ke kantor lebih awal," jawab Yudistira. "Kamu mau ikut sekarang?" Kirana menggeleng, senyum kecil tersemat di bibirnya. "Hm, aku takut dimarahi Ayah kalau ikut pulang bersamamu malam-malam begini." Yudistira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN