81. Restu

1361 Kata

"Kirana." Suara lembut dari balik pintu membuat Kirana terkejut dari lamunannya. Dia beranjak dari ranjang dan membuka pintu, mendapati sang ibu berdiri di sana dengan wajah yang tenang namun penuh makna. "Ibu mau bicara," ucap Indah, suaranya halus namun tegas. Kirana mengangguk, lalu membuka pintu lebih lebar sebelum kembali berjalan ke arah ranjangnya. Dia duduk di tepi tempat tidur, jari-jarinya secara tak sadar memainkan bulu-bulu boneka beruang yang sudah lama menjadi teman setianya. Indah duduk di sebelah putri bungsunya itu, menarik napas dalam sebelum berbicara. "Ibu dan Ayah sudah membahas hubunganmu dengan Yudis," awalnya, matanya menatap Kirana yang sedang menunduk. "Ini keputusan yang berat bagi kami, terutama untuk Ayah." Kirana mengangkat wajahnya perlahan, jantung berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN