Empat Belas

1536 Kata

Lama mereka bertatapan dari tempat mereka berdiri. Akhirnya Mei kalah dan memilih menunduk menatap lantai sambil sesekali menyeka sisa air matanya. Edwin melangkah pelan,  saat hanya beberapa centi di depan Mei,  diangkatnya dagu Mei. Ed melihat mata dan hidung yang masih memerah,  sehebat itu tangisan Mei sampai matanya bengkak hanya dalam waktu hampir satu jam. Ada rasa sakit di d**a Edwin yang menyeruak tanpa ia minta. Dipeluknya kepala Mei ke dadanya. Mata Edwin tiba-tiba berkabut. "Sedangkal itu kau menilai cintaku Mei, cintaku yang begitu besar padamu tidak akan mampu menarikku pada wanita lain, kalau aku mau,  saat di Singapura aku bisa melakukan apa saja pada Marcella,  aku hanya menganggapnya teman dan tak lebih,  meski berkali-kali Marcella selalu menggodaku, aku tak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN