Chapter 33 : Insane

2106 Kata

Peluh menetes dari ujung dahinya, dengan tubuh yang begitu lelah ia membuka pintu rumahnya dan menemukan mamanya itu tengah tertidur di ruang tamu. Sepertinya sedang menunggunya pulang sedari tadi. Ia melihat jam dinding di belakangnya. Pukul sepuluh malam, entah kenapa ia bisa pulang jam segini. Laki-laki itu meletakkan tas dan kunci motornya di meja yang membuat wanita itu terbangun. Sontak ia berdiri lalu menghampiri anak semata wayangnya itu. "Bagus ya baru pulang, mama udah nungguin dari tadi, kalau ada apa-apa gimana? Seharian juga kamu gak bisa dihubungin, mau buat mama sakit jantung ha?" tangannya sesekali memukul punggung anaknya itu yang membuat laki-laki itu hanya tersenyum tanpa dosa. "Kok bau rokok? Kamu nyulut berapa batang sih? Udah dibilangin jangan ngerokok, bandel," ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN