BAB 25

1360 Kata

Kenzo meletakkan kuasnya dengan kasar kemudian berdiri dari duduknya. Pikirannya tengah kacau. Akan percuma jika memaksakan diri untuk melukis sekarang. Seperti hari-hari biasa, setelah pulang sekolah Kenzo diwajibkan menjalani pelatihan di Presidio School of Art—sekolah seni milik daddy-nya. Menyandang nama besar Sean William Adams—sang seniman jenius—membuat hidup Kenzo tak tenang. Ketenaran daddy-nya dalam dunia seni selalu membuatnya tertekan. Semua orang seolah menuntutnya dengan beban yang sangat berat. Jika ada pilihan lari, tanpa pikir panjang lagi dia akan memilih jalan itu. Kenzo menghela napas panjangnya lantas menatap kanvas miliknya yang masih berwarna putih sejak kedatangannya di sini dua jam yang lalu. Rasanya percuma terkurung di sini tetapi pikirannya melayang ke mana-ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN